Perjalanan Ini Masih Jauh…
Monday, March 24th, 2008Perjalanan ini masih jauh…
Tapi aku merasa sudah lelah.
Apa aku ini lemah? APa aku memang payah?
Aku menengok ke hari-hari di belakangku dan aku belum menemukan SESUATU…
Belum ada satu jejak pun yang jelas kutoreh untuk kubawa ke hadapan ayah dan ibu…
Belum ada satu jejak pun yang nyata tuk kutunjukkan pada Zat Yang Mulia nanti..
Aku belum melakukan sesuatu pun. Sesuatu pun…
Aku masih terebah dan mungkin lebih terbujur kaku daripada mayat-mayat yang tak lagi ada kehidupan di dalam tiap sel-sel tubuhnya..
Aku kaku karena mimpi-mimpi hina yang membuat terpekur diri dalam dunia yang seolah agung oleh opini-opini belaka.
Aku mati lebih dari orang yang mati karena aku…
Aku bernyawa
Aku masih bernyawa tapi mengapa aku tak berkarya dan tak berbuat banyak untuk Ridla-Mu…
Aku masih mampu mengangkat kedua tangan dan kaki untuk bangun dan menunaikan amanah dalam peran-peran duniawiku agar Sang Sutradara senang melihatku dan menjadikanku sang aktris terbaik-Nya…
Duhai Rabbi…
Aku punya cita-cita…
Seribu, sejuta cita-cita…
Aku tak ingin berhenti sebagai pemimpi belaka
Tapi mengapa langkah-langkah ini begitu berat…?
Mengapa bara itu malah semakin dekat…?
Mengapa hina itu kian tampak indah…?
Aku belum memiliki apa-apa untuk kubawa pada-Mu
Aku belum menjadi apa-apa untuk kedua orang tuaku yang memberiku nama dengan penuh harapan mulia
Aku belum mampu mengamalkan ilmuku untuk ringankan hisabku
Aku belum mampu menjadi pemimpin yang baik atas apa yang orang percayakan padaKu
Aku belum menjadi manusia yang pantas hidup sebagai Khalifah-Mu
Aku belum menjadi wanita yang pantas mendapat senyum-Mu…
Aku belum menjadi wanita yang layak engkau sanjung di surga-Mu..
Duhai Rabbi…
Perjalanan ke singgasana kemuliaan-Mu masih begitu jauh…
Namun langkahku begitu berat
Aku lah yang payah…
Maka, kuatkanlah langkahku…
Sadarkan aku selalu
Jika dalam perjalanan ini Engkau selalu menyertaiku…