Archive for September, 2007

A Lover…

Sunday, September 30th, 2007

Pernah suatu saat aku merasa tiba2 tersentak. Tersentak karena aku teringat pada sesuatu dari seseorang. Seseorang yang hanya jika amnesia aku bisa melupakannya. Karena dulu bagiku dia hanya teman yang usianya lebih tua dariku. Tapi kenapa tiba-tiba jadi tersentak?
Pernah suatu saat aku pun ingin menangis jika tiba-tiba ingat padanya. Ingat karena tentunya dia salah satu kawanku juga dan hampir dua tahun lebih tak bertemu lagi dengannya. Tapi kenapa mesti menangis???
Pernah suatu saat aku tiba-tiba merasa begitu ketakutan. Takut kehilangan seseorang… Takut jika dia pergi dengan bayangan, meski itu sangatlah mungkin. Sebegitu takutnyakah??
Pernah suatu saat aku pun merasa kalah, lemah, dan lelah untuk berpikir dan menyemangati diri. Hingga tiba pikiranku terbang ke arah satu nama, yang kemudian aku merasa, aku bisa melakukan suatu hal yang tadinya berat, bahkan mungkin aku bisa melakukan lebih banyak lagi. Sebegitu kuatnyakah ini??

Apa, mengapa dan siapa dia sebenarnya?
Semacam candu, sejenis sedatif atau dari golongan amfetaminkah???
Haha… maaf, aku campur dengan golongan obat dari farmakologi. Tapi, mungkin perumpamaan itu yg tepat bagi seseorang yang hanya tergantung kadar dan dosisnya, dia bisa menjadi obat atau menjadi racun dan pembunuh bagi penggunanya.
Dia bisa muncul sebagai penyemangat, penenang sekaligus pengancam ketenangan jiwa. Baru kali ini aku bisa merasa sebegitu tidak relanya jika sampai dia benar-benar pergi. Meski, mungkin WAKTU akan mengobati. Atau mungkin seorang DOkter akan datang menyelamatkan jiwa ini.
Tapi, kalau boleh…dia lah yang datang.
karena…
Aku lelah menatap ke setiap sudut yang selalu penuh sesak tapi tak ada dia..
Aku lelah menatap ke setiap barisan, tersenyum dan menyapa tapi tak ada dia..
Aku lelah…
Aku menyerah…
Aku terima keadaanku saat ini.
Mungkin ini suatu kebodohan, karena aku pun tak mau mengaku telah MENCintainya meski itulah yang mungkin terjadi.
Rasanya…terlalu berlebihan karena kami bukanlah apa-apa.
Mungkin, hanya Allah yang tahu. Esok…kita bertemu sebagai apa…

Untuk seseorang di ruang rindu yang harus selalu aku tutup…