MESKI SEDEKAH ITU SEDIKIT

October 22nd, 2008 by luv-gii

This story is dedicated for My Lovely Mom, n one of My Best Friend, Vina…

Kamis itu, 9 Okt 2008… Saya berniat ke kampus, tepatnya masjid Mambaul Ulum untuk mengikuti acara halal bi halal Forum Komunikasi Islam-FK. Sekalian juga ketemuan sama Vina, buat ngajak dia nginep di rumah coz hari Jum’at dan Sabtunya kita memang mau ke Cinangneng, Bogor mengikuti acara Mitra Karya 2008—sejenis acara baksos dan turun ke lapangan. Rencananya, kita berdua ke sananya dari rumah Saya, di Panaragan, Bogor. Nggak deket tapi juga nggak jauh dibanding harus dari Jakarta. Sekalian juga niatnya, menutup liburan Lebaran dengan wisata kuliner kecil-kecilan di Bogor.

Sekitar jam 11 siang, Saya menuju stasiun. Biasanya sih ke Terminal Baranang Siang, dan naik Bis AGRA MAS. Tapi, ade cuma mau nganterin sampe stasiun. Kalau ke terminal harus naik angkot lagi. So, mending naik kereta dan lanjut angkot S02. Tadinya mau naik kereta ekonomi yang harga tiketnya Rp.2000,- ajah sampai ke Lenteng Agung. Lagian, kalau siang-siang , kereta yang biasanya berjubel itu, kosong dan leluasa. Murah pula… Tapi, kebetulan juga, ada jadwal kereta AC Ekonomi yang tiketnya Rp.6.000,-. Saya pikir pengen yang agak nyamanan, jadi Saya beli tiket AC Ekonomi itu deh…

Jadwal AC Ekonomi yang terpampang kalau nggak salah Pukul 11.40, Saya waktu itu tiba di stasiun sekitar pukul setengah 12. Lumayan kan, bentar lagi. Tapi ternyata keretanya belum datang. Hingga pukul 12 lewat, kereta AC Ekonomi itu belum juga datang. Sementara sudah hampir 3 kali Kereta Ekspress Pakuan datang dan pergi meninggalkan stasiun Bogor itu. Begitu juga kereta ekonomi yang pergi dengan penumpang yang tidak banyak. Agak nyesel nggak beli tiket ekonomi. Kalau Ekspress Pakuan kan nggak mungkin berhenti di Lenteng Agung. (He… jadi pengen ke Gambir aja langsung…)

Hingga kedua jarum jam di tangan dan stasiun membentuk sudut yang menunjukkan pukul 12.25-an, Kereta AC Ekonomi itu pun tiba dan langsung diserbu oleh sejumlah penumpang yang sudah banyak menantinya. Saat menunggu itu, Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang ibu yang mungkin sekitar 50-an beserta suaminya. Rasanya, senang yah, bisa menjalin silaturahmi melalui perbincangan biasa itu. Dan saat menaiki kereta AC Ekonomi itu, Saya agak hopeless bisa dapat bangku duduk. Yah, gara-gara kedatangan terlambat itu, penumpangnya jadi membludak. (Ngaruh nggak sih?? He…) Ya, gara-gara bawa tas travel, Saya agak kesulitan menaiki kereta yang miss-jalurnya… He… untung lagi pake celana panjang… Makanya, pas berhasil naik, bangkunya kok jadi penuh ya… Tapi, Subhanallah… Bapak dan Ibu tadi melambaikan tangannya ke arah Saya. Mereka meluangkan sebuah tempat buat Saya. “Terima kasih Pak, Bu…” seulas senyum Saya dapatkan dari mereka.

Saya pun duduk di sebelah mereka. Kereta masih belum jalan. Sejumlah pedagang silih bergantian mengasongkan dagangannya. Saya melirik ke arah penjual accessories dan berniat membeli ikat rambut yang harganya seribuan. Saya melihat uang di saku Saya, ribuannya cukup pas-pasan buat ongkos pergi ke Pondok Labu. Kalau untuk membeli sebungkus doank sih masih cukup lah… But No More…

Selain pedagan asongan, para pengemis juga tidak kalahnya berseliweran di kereta yang belum juga berangkat itu. Dan ada seorang pengemis yang datang dari arah kiri Saya. Jalannya tertatih. Kakinya cacat karena kelainan fisik. Setiap mendapatkan uluran tangan dari orang, pengemis itu selalu mengucapkan terima kasih dengan ringan didengarnya. Saya lalu merogoh saku depan Saya. (Saya tidak bermaksud menceritakan hal INI tapi, nanti ada sesuatunya yang ingin Saya share…)
Duuh… recehannya, ada gope-an dan 200-an. Tapi, itu pastinya pas juga buat angkot nanti. Entahlah, Saya rasa, uang yang Saya berikan itu adalah kepingan Rp.200,- Dan Pengemis itu wajahnya begitu hangat dengan ucapan terima kasih yang seoalah sangat berterima kasih. Itu membuat Saya merenung sesaat dan agak menyesal memberi terlalu dikit. Tapi, Saya juga nggak mau gambling karena memang dompet kecil khusus receh Saya nggak kebawa. Yang ada di saku depan hanya uang yang benar-benar buat ongkos sampai Pondok Labu.
“Ya Allah, maafkan Saya yah…” ucap Saya lirih.

Sesaat sebelum kereta berangkat, seorang ibu-ibu mungkin berusia 25-an, dengan wajah turunan Arab beserta putrinya yang sekitar 3-4 tahun duduk di antara Saya dan Pasangan Bapak-Ibu tadi. Anak perempuannya itu benar-benar terlihat seperti turunan Arabnya. Cantik. Ibunya juga. Dia terlihat agak terburu-buru. Dari pembicaraannya dengan seseorang di seberang handphonenya, ia tampaknya sedang janjian untuk bertemu.

Ketika kereta melaju dan hampir tiba di stasiun Cilebut, saat mendengar bunyi informasi dari stasiun tersebut mengenai kedatangan kereta AC Ekonomi dengan tiket Rp. 6.000,-, Ibu itu tampak terhenyak.

“Jadi, ini bukan Pakuan Ekspress?” Katanya sambil melihat lembar tiket Pakuan Ekspressnya yang seharga Rp.11.000,-
Selain harga yang bedanya lumayan, Keret AC Ekonomi kan berhenti di setiap stasiun kecuali di Gambir. Dan itu berarti akan sangat menyita waktunya yang sedang janjian itu.

“Iya. Kalau yang Ekspress yang tadi di jalur 2, Bu… Memang agak mirip. Oia, kalau nggak salah, yang Pakuan biasanya berhenti di stasiun Cilebut atau Bojong. Kadang-kadang tapi… Coba Ibu tanya ke petugasnya.” Kata Saya sambil menunjuk ke arah dua orang petugas yang baru saja memasuki gerbong tempat Saya itu.
Ibu itu pun berdiri dan menuju ke petugas tersebut sambil sebelumnya menitipkan anaknya pada Saya agar tidak kemana-mana. Sementara kereta sudah hampir berhenti di stasiun Cilebut, dan Saya mendengar informasi tentang kedatangan kereta Pakuan Ekspress juga. Wah, kayanya sih tuh kereta bakal berhenti di stasiun ini. Sayang, jarak ibu itu cukup jauh dari Saya. Ketika dia kembali, kereta sudah mulai melaju kembali meninggalkan stasiun Cilebut.
“Kata petugasnya, nanti Pakuan berhenti di Pondok Cina…” ucapnya sambil duduk kembali.

Sepanjang perjalanan di sela telepon-teleponnya, ia bercerita, bahwa ia tengah janjian untuk bertemu calon suaminya yang datang dari Surabaya. Sekarang calon suaminya itu sudah menunggu di Stasiun Kota. Padahal dia sudah buru-buru minta izin dari kantornya, tapi justru harus salah naik kereta. Owh… berarti, statusnya janda. Tapi kalau cantik sih, gampang yah dapet jodohnya lagi, pikir Saya saat itu.
Pikiran Saya juga jadi sibuk sendiri. Manis yah, jauh-jauh datang untuk menemui calon pasangannya. Ini mungkin yang namanya kesungguhan. Saya jadi berpikir, apa Saya sudah menemukan sosok yang bersungguh-sungguh itu untuk Saya? He… tapi Saya sendiri apakah sudah bisa bersungguh-sungguh kepada seseorang ya… Ups!!! Ini bukan halaman untuk cerita itu…Heheh…

Di stasiun Depok, kereta Pakuan Ekspress yang tadi belum berangkat ternyata sudah menyusul. Ibu tadi jadi ragu untuk turun di Pondok Cina. Belum tentu Kereta Pakuan akan cepat datang lagi. Apalagi memang belum lewat yang dari arah Utara. Lagipula perbedaannya hanya sekita dengan setengah jam-an jika ditempuh dengan Ekonomi AC. Jadi, ibu itu pun memutuskan untuk tidak turun dari kereta. Ia mengabarkannya kepada calon suaminya yang sudah menunggu itu. (Aaahhh…calon suami…manakah??? hehehe…)

Tiba di Stasiun Lenteng Agung, Saya pun turun. Lalu naik angkot S02 dan disambung angkot yang menuju Cinere. Lumayan rumit, tapi memang harus begitu rutenya. Setibanya di kosan di Kompek TNI AL itu, ternyata sedang ada acara halal bihalal yang diselenggarakan Ibu kosan Saya yang merupakan seorang petinggi di Dinas Kesehatan Pusat. Saya hanya menitipkan tas Saya kepada penjaga rumah. Dan Saya menuju acara halal bi halal di masjid kampus. Hmm… lumayan, setibanya di sana, nggak telat-telat amat. Dan lumayan juga bisa ketemu beberapa saudara-saudari Saya, termasuk Vina. Hampir pukul 3, Saya dan Vina pamit. Kami ke kosan Saya untuk mengambil beberapa barang dahulu. Acara halal bi halal di rumah kuning itu pastinya sudah selesai.

Benar, acaranya memang sudah selesai. Dan tante langsung menyuruh Saya dan Vina untuk makan dulu. Tapi, saat itu Vina mau sholat Ashar dulu. Ya… saat itu Saya masih berhalangan. Saya lalu menemui Om untuk meminjam kunci cadangan kamar baru Saya yang berdua Nadia, karena kuncinya sedang dipegang Nadia. Tapi, Ya Allah, ternyata duplikatnya tidak ada di tangan Om. Kalau kunci kamar lama Saya masih beliau pegang. Dan Saya pun memutuskan untuk masuk ke kamar lama Saya yang masih belum diisi oleh penghuni baru itu. Saya mengambil seprai dan melipat-lipatnya asal masuk ke dalam tas gendong Saya. Yah, habisn nggak ada yang bisa dibawa lagi. Sejumlah buku yang mau Saya bawa pulang ke Bogor ada di kamar baru Saya. (Saya dan Nadia jadi berdua ngekosnya, coz kita juga ngontrak di Gambir… Coz kuliah kita emang masih bolak-balik Gambir-RSPAD-Labu…)

Dan kami pun makan sajian yang sudah disiapkan Tante, sambil berbincang-bincang dengan Om tentang Jogja. Duuuh…jadi pengen kesana… Setelah makan, Saya pun pamit untuk pergi… (SMP yah…) Saya dan Vina pun langsung ke Ciputat, ke rumahnya Vina untuk mengambil barang-barang Vina dulu. Sebenarnya kita agak-agak miss communication. Vina pengen Saya nginep di rumahnya dulu, baru besoknya ke Bogor. Kalau Saya justru pengennya ke Bogor dari sore ini. Biar besok agak nyantai. Lagian udah terlalu sering Saya nginep di rumah Vina. Sekarang giliran dia yang nginep duong… Sambil packing, dari percakapan antara dia dan Mama-nya, Saya menangkap bahwa Mama Vina kurang menyetujui Vina buat bawa motor. Jauh juga kan Vin… Hingga Mamanya agak tegas mengatakan tidak memberi izin membawa motor itu, Saya heran, kenapa Vina tetep biasa aja. Malah Saya yang deg-degan. Saat Saya sudah menaiki boncengan Vina, baru saat itu Saya berkali-kali membenarkan posisi helm-nya Lucky yang pernah Saya pinjem dan belum sempat dikembalikan. Mamanya Vina juga mengambilkan jaketnya Vina untuk Saya pakai. Ya, jaket Saya semuanya ada di kamar baru Saya. Dan… kami pun berangkat.

Perjalanan yang agak gambling ditambah waktu yang terlalu sore, Saya hanya tahu, satu jalan lurus saja menuju Bogor. Kalau kata Vina, ada belokan yang biasa dilewati saat Out Bound.. Tapi kami tetep lurus. Hingga, masuk waktu Magrib dan sudah masuk pula kami ke kota Bogor…
Dan…
“Lho… kayanya ini di jalan… Lho… kok ada Toserba YOgya… Waaah.. Salah jalan…”
Kita memang nyasar, tapi nayasar di jalan yang cukup familiar buat Saya. Pantas, kok tidak lewat-lewat Atang Sanjaya dan RS KArya bakti, RSJ… Hmpfff…

“Vin, tanya ke petugas di belokan itu dulu. Aku apal jalan ini, tapi gelap, jadi ragu dimana belokannya…”
Petugas itu pun menunjukkan bahwa belokannya masih jauh di depan.

Kami kembali melaju dengan motor matic yang, yah…lebih enak naik motor non matic deh…
Saya terus memperhatikan ke arah kanan mencari belokan yang dimaksud. Saya sempat membenarkan posisi tas yang berisi laptop di pangkuan Saya. Dan jadi di pangkuan kanan Saya. Yah… berat ke kanan, nengok ke kanan, dan saat Saya melirik ke depan sesaat, melihat tambalan aspal… entah kenapa rasanya sangat menakutkan… dan… Saya merasa Vina kehilangan keseimbangan, tapi sebenarnya Saya yang goyang, dan Saya… jatuh…

Saya tidak tahu apa yang terjadi saat itu, tapi Saya hanya merasa takut dan memohon pada Allah untuk menjaga Vina karena saat itu Saya melihat Vina terjatuh dari motornya dan sepertinya terseret.
Tapi, saat Vina bangun dan memanggil Saya, “Gin… lo nggak apa-apa…???”
Saya tidak langsung menjawab meski sebenarnya Saya lah yang ingin bertanya lebih dulu pada Vina, dan spontan keluar, “Vin, lo nggak apa-apa?”

Sejumlah percakapan sempat berlangsung sesaat di tengah jalan itu saat kami sudah terbangun. Saat itu, Saya melihat ke sekeliling, dimana sejumlag pengendara motor yang almost cowok or bapak-bapak itu menatap kami, entah lega karena kami baik-baik ajah, entah simpati, entah heran,…
Dan Saya baru sadar kalau Saya lagi di tengah jalan. Jatuh dari motor. Dan bagaimana dengan jasad Saya?? Apa ada mobil atau motor yang bisa menggilas Saya??? Saya langsung menatap ke bawah jalan dan memastikan jasad Saya tidak tergeletak di sana. Hiiiy… agak berlebihan. Tapi, berhubung Saya nggak merasa sakit apa-apa saat itu, Saya jadi merasa agak aneh. Cuma lecet luka panas di pergelengan tangan kanan Saya selurus ibu jarinya.

Dan Vina mengajak Saya untuk minggir, karena yah… moso iya kita ngobrol di tengah jalan. Tapi, dasar yah… nggak ada tim bantuan medis gituh… hehe…orang petugasnya yang luka yah…
Saat minggir itulah Saya baru mulai merasa nyambung dengan pertanyaan Vina, “Gin… lo ngantuk? Kalo ngantuk lo bilang, kita istirahat dulu…”
“Nggak. Gua nggak ngantuk. Orang gua lagi nengok ke kanan nyari belokan. Hmpfh… laptop gue kayanya nggak apa-apa deh. Gua sempet ngebalikin posisi baju di bawah. Karena gua nggak mau nih laptop kenapa-napa…”
Sesaat itu, Saya memperhatikan luka Saya yang hanya di pergelangan tangan itu. Dan Saya teringat ke Mama dan… pengemis di kereta tadi siang…

Mama… Mama pasi ngerasa sesuatu… ya Allah, tenangkan hati Mamaku… pintaku dalam hati…
Dan pengemis itu.. entah kenapa wajahnya, meski tak jelas, tapi kesannya masih dapat Saya tangkap. Ya Allah… kisah itu benar… Kisah dari masa kecilku tentang faedah bersedekah. Yang hanya Rp.200,- itu… Dulu ceritanya, ada seorang yang bersedekah Cuma Rp.100, - dan saat ada kecelakaan maut, hanya dia yang selamat dengan luka yang ringan… Dan hal itu… sekarang.. Engkau tunjukkan padaku Ya Rabb…

Pikiranku masih terus menggemakan tasbih sementara perjalanan kami sudah dilanjutkan kembali. Motor Vina jelas tampak lecetnya. Vina sendiri Alhamdulillah, lebih baik dari Saya keadaannya. Kami jadi melalui jalan Sudirman yang melewati Martabak Air Mancur.. (Jalan Sudirman kan yah??)
“Vin, coba deh perhatiin istana Bogornya. Dari sini kan keliatan gede yah, ntar makin deket jadi kecil loh…”
Hingga di depan persilangan jalan di depan gerbang istana Bogor, hal itu memang terbukti. Hehe…abis kecelakaan sempet-sempetnya yah intermezooo…

Sesampainya di rumah, hasil dari diskusi tadi, Saya nggak akan menceritakan langsung kejadian barusan sama Mama. Padahal, Saya ini anak yang nggak bisa NGGAK CURHAT sama Mamanya. Ini-itu pasti langsung cerita. Sampai saat kami nongkrong di teras depan sambil menghdap kolam ikan di depan rumah yang kata Vina sih kolamnya gede banget, apalagi gurame-gurame ndut itu…
Nah, saat itulah Mama melihat luka lecet terseret jalan di pergelangan tangan Saya itu.
“Cerita atuh. Masa kayak gini aja nggak mau jujur sama Mama…”
Dan akhirnya, cerita pun mengalir…

Mama lalu bilang, kalau saat Maghrib, tepatnya saat Mama melangsungkan sholat Sunnah tasbih, Mama merasa mendengar suara langkah kaki Saya menuju rumah. Tapi kok tidak masuk-masuk, padahal pintu depan tidak dikunci. Lalu pas sujud pertama, Mama mendengar suara Saya. Dan terulang di sujud yang kedua. Astaghfirullah…

Mama cerita, kalau ia langsung berdoa, menitipkan Saya pada Allah. Yah, ternyata perkiraan Saya bahwa kejadian tadi akan sampai juga ke Mama, benar. Bukan Saya suka yang bau batin-batinan begini. Tapi, Saya percaya kuatnya ikatan ibu dan anak yang Allah berikan kepada kami. Dan Saya jadi berpikir, jangan-jangan sesaat itu, ruh Saya memang terbang… Hiiiy… Mungkin, Saya sempat mati yah… Biasanya kan yang dateng ke rumah itu, ruhnya pamit… Hiiiy… Malem Jum’at lho… Subhanallah kalau Syahid apalagi sepanjang perjalanan Insya Allah, baca doa atau sholawat… Hehe… serem juga sih tapinya. Kan dosanya banyak pisan tuh…

Saya sendiri tidak terlalu ingat bagaimana Saya bisa jatuh dalam keadaan yang indah. Maksudnya, Saya nggak nyangkut, atau gimana gituh. Padahal kan posisi Saya posisi duduk cowok… bukan nyamping. Kayaknya jatuhnya benar-benar mulus dan ringan. Vina malah sempet bilang jatuhnya enak. Matanya yang ketutup helm nggak bisa melihat keadaan saat itu.
Memang Allah, Ya Muhaimin, masih menjaga kami. Khususnya Saya. Mungkin, tulang punggung Saya bisa patah. Tapi coba yah… Saya kan ngelipet sepreinya nggak rapih tuh, jadi tasnya penuh nggak jelas. Dan Saya juga nggak bisa bawa buku-buku. Jadi, punggung Saya itu… landasannya empuk. Subhanallah…

Saya dan Vina bilang kalau kita nggak ngerasa nyeri apa-apa. Tapi Mama bilang, bukan nggak nyeri. Belum… Biasanya sakitnya besoknya… Ya. Mama bukannya sok ngeramal tapi, Mama emang pernah ketabrak juga dan awalnya nggak apa-apa…

Keesokan paginya, yup… Kami—Saya dan Vina merasa separuh badan rasanya sakit. Khusunya bagian kanan. Kata Vina sih, sengkle ke kanan. Kalau Saya sih, rasanya, dua-duanya. Kanan dan Kiri. So that, rencana buat pergi ke tempat Baksos nggak jadi. Oia, hari Jum’at itu Saya juga diajak nengok Maya dan first babynya, Aisyah di Bandung. Tapi, karena rencana Saya dan Vina sudah lebih dulu dibuat, dan berhubungan dengan masa akhir Kepengurusan sebagai Presiden BEM FK, Saya memang sebaiknya datang. Tapi… setelah kejadian ini, rasanya nggak mungkin kita jalan ke Cinangneng. Apalagi kondisi fisik kita nggak baik juga. Kita pun akhirnya Cuma bisa jalan-jalan di putaran kebun Raya ajah.

Sebenarnya, pagi itu juga Saya mendapat sebuah kabar yang… membuat Saya masih merasa melayang, ngambang. Rasanya belum utuh nyawa Saya semenjak kejadian semalam, kabar pagi itu pun membuat Saya semakin limbung. Tidak… Saya tidak mau seperti Maria kepada Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta. Kalian tahu kan maksudnya??? Yaa… Saya punya pilihan untuk tetap menjadi gadis perpaduan Siti Khadijah-Siti Aisyah-Siti Fatimah.. (Are they that too high??? Well, Saya nggak punya sosok yang lebih layak diidolakan…)
Rasa sakitnya juga nggak jelas. Sakit.. Nggak… Biasa aja… tapi… lama-lama, rasanya perih… Syok lagi… PERHAPS…

Ah, Ya Allah… Kau Maha Tahu ada apakah di balik semua ini. Saya hanya yakin, bahwa Allah tidak akan menguji sesuatu yang tidak disanggupi hamba-Nya. Itu berarti SaYA KUAT. It’s just a little thing of life…
Meski, tiga harian Saya memang hampir kayak Maria… Lebayyyyy… yah???? Btw… background ceritanya nggak kayak AAC kok…

Hmm…malemnya, Saya sama Vina nonton Laskar Pelangi. Cukup menghibur. Saya memang belum membaca novelnya, karena, belum sanggup beli. Heheh…Tapi, jadinya, nggak terpengaruh sama novel saat nonton. Jadi nggak kayak AAC. Well, I enjoyed it. Especially, viewnya itu lho….Biru langitnya… pohon-pohon dan kesederhanaannya… Lukman Sardinya?? Hehehe… Just Kidding…

Setidaknya, Saya merasa sedikit lepas dari jejak kaki Saya yang rasanya berat itu. Dan akhirnya, Saya berpikir, katakan… Sesaat malam itu, Saya memang mati… dan Allah, masih memperkenankan ruh Saya kembali, Wallahu’alam karena sedekah kecil itu atau karena silaturahmi sebelumnya, Saya rasa, Allah masih punya hal-hal istimewa yang akan ditunjukkanNya dan dipercayakanNya kepada Saya. Wallahu’alam… Tapi yang penting, Yaa Allah, jangan tinggalkan Saya meski semuanya mungkin meninggalkan Saya. Jangan hentikan CintaMu kepadaku… Jangan biarkan hidup ini terisi kesiaan dan kefanaan belaka…

Aku ingin menjadi KEKASIHMu, Bukan Yang Lain…
Aku ingin menjadi KESAYANGANMu, Buka Yang Lain…
Aku ingin Berlari padaMu, Bukan Pada Yang Lain…

Akan aku katakan
Pelan, atau pun keras
ALLAH, aku mencintaiMu,
Aku membutuhkanMu,
Datanglah kepadaKu,
Semailah Cinta ini sebagai Cinta kepadaMu..

Aku tahu, Engkau Maha PEncemburu, dan mungkin ENgkau cemburu pada perasaanku kemarin. Dan Kau buat aku tuk menyadari, bahwa hanya Engkau yang akan selalu ADA Untukku
Bukan yang lain…

Allah sudah membuktikan bahwa sedekah sekecil apapun, Allah memandangnya
Kebaikan Sekecil zarah pun Allah mensyukurinya.
Dialah As Syakur…
Tidakkah kita yang seharusnya bersyukur karena Allah tak pernah lengah sedikit pun pada kita???
Adakah yang dapat membalas CINTA seindah Allah???
TIDAK, SAyang… TIDAK.
Adakah Penjaga terbaik selain Allah???
TIDAK.

Semoga dapat menjadi hikmah dan peajaran bagi semuanya.
Bila ada kekurangan, sungguh, Saya lah yang penuh cela. Dan Kebaikan itu hanya datang dari sisiNya.

Wassalam…

NB : Terima kasih untuk semua penyerta jalan hidup ini
Untuk Panitia Mitra KArya 2008, Mohon Maaf yah Kami tidak bisa datang…

Tahun-Tahun ini Untuk Tahun-Tahun ke Depan

September 22nd, 2008 by luv-gii

Terlambat. Mungkin.

Seharusnya, dari awal, bahkan dari sebelum kuliah, Saya benar-benar mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi jenjang hidup ini.

MEmasuki semester VII ini, boleh dibilang cukup KAGET dan CAPE. Kebetulan emang ngejalani pas bulan puasa. PP ke Gambir or RSPAD Gatot Subroto. Dan yang pasti…DOsen-dosennya…Subhanallah… Dosen2 GATSU nan sibuk2 ituh… Bener2 doyan bikin TANTANGAN KEREN. Hahaha…

Setidaknya, Saya udah ngerasa kejitak alias terbangunkan untuk lebih prepare jadi calon Sarjana Kedokteran. Moso’ blajar cuman buat ujian?? Duuh, ilmu kedokteran ituh dipakai seumur hidup. Belajarnya juga seumur hidup. Jadi takut n kasian kalo nanti pasiennya dapet dokter yang ‘Oon…

Docs.. thanks a lot, even I… somtimes feel dislike to see ur action in front class.. but anyway, ur aims were GOOD!!!

Lebih baik menyadari betapa BODOHnya Saya sebagai mahasiswa, daripada nanti dibodoh-bodohi pasien!! Better Late than NEVER!!!

dan tahun-tahun ini, Sungguh… Saya harus benar-benar menjadi calon DOKTER yang akan jadi A GREAT DOCTOR!!!

Cukup kemaren melanglang buana dan agak nyantai kuliahnya. Hehee.. lumayan lho pengalaman jadi Presiden BEM FK… Pengalaman sbg a decision maker…

Well, I just turn on my motivation to be a good student today, n a good doctor tomorrow…

Since this year, I just wanna be A good STUDENT. So, Please… Be my best friend only. No less, nO More…

I will very thank u foll all persons which help and motivate me strongly..

May Allah bless us…

Allahu Ghofarr, please, forgive me…

Allahu Sami’ wal Bashiir… Please, keep my ears n my eyes…

Allahu Rahman, please love me my parents ’till the end of our life…

Kekasih dari Surga…

September 22nd, 2008 by luv-gii

Aku tak peduli jika orang bilang aku ini pemimpi…

Aku hanya ingin berlari dan menggapai satu tangan. TanganMu. Agar aku dapat kembali dalam Salam-Mu…

Dan jika harus bersama dengan seseorang, maka izinkan aku miliki salah seorang pemilik suara  yang indah di seluruh alam semesta yang akan mengalun menemani hidupku agar tidak terbuai dalam fana-nya dunia.

Suaranya terjaga dalam lantunan ayat-ayat Cinta-Mu yang Engkau wahyukan kepada Sang Kekasih Semesta, Nabi Muhammad SAW…

Hatinya terjaga untuk sujud kepada-Mu.

Sikapnya terjaga untuk teladani Rasul-Mu…

Ia tampan dan bercahaya karena Engkau perkenankan cahaya-Mu memenuhi sosoknya.

Ia jaga lisannya agar tidak ia lupakan satu ayat pun Tanda Cinta dari-Mu yang tertuang dalam 30 juz kalamuLlah

Aku tak tahu adakah sosok itu untukku.

Tapi saat ini aku benar-benar merindukannya.

Aku jatuh cinta kepadanya. Meski aku tak pernah bertemu dan melihatnya.

Aku ingin bersamanya…

Aku tak meminta dan menyebutkan satu nama. Karena aku pun tak tahu siapa dia. Di mana dia… Sedang apa dia…

Jika dia adalah seseorang yang sibuk, aku akan merasa bahagia jika dia sibuk menyiarkan Islam-Mu. Ia sibuk, menjaga hafalan Firman-Mu. Ia sibuk, menjaga waktu sholatnya untuk senantiasa ia kumandangkan panggilan agung semesta alam sebelum ia pimpin barisan-barisan manusia yang kelak menjadi manusia yang beruntung..

Apakah aku terlalu bermimpi untuk mendapatkannya..??
Aku tidak ingin kehilangan lagi dan menangis lagi untuk suatu penyesalan.

Aku bukanlah seorang penghafal Al-Qur’an, tapi aku ingin sujud bersama dengan Pecinta Al-Qur’an yang benar-benar mencintainya.

Aku ingin menjadi kekasih dari Kekasih-Mu ya Rabb…

Karena aku merasa terlalu payah untuk dapat meniti langkah sendiri dalam Rahmat-Mu..

jiwa ini terlalu rapuh…

Maka, kirimkanlah Satu KekasihMu kepadaku, ya Rahman…

If you’re not the one..

September 18th, 2008 by luv-gii

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I never know what the future brings
but I know you’re here with me now
We’ll make it through
and I hope you are the one I share my life with…

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t wanna run away but I can’t take it , I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t wanna run away but I can’t take it,
I dont understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way I can stay in your arms? GET Beddingfield Daniel - If You’re Not the One ringtones

Semua dipergilirkan..

August 8th, 2008 by luv-gii

harus siap

harus kuat

jalan di depan masih panjang…

entah berhenti kapan

mungkin aku yang tak hati-hati

hingga terjatuh dan yah…sakit rasanya

sementara orang-orang tengah berlari

aku seperti tertatih di tempat

tahu harus lari dan bisa lari namun mengapa tercekat

langkah ini kenapa jadi berat

payah?!

ya Allah, aku tahu semua ini dipergilirkan

dan semoga aku akan bangkit menjadi lebih baik setelah luka ini dapat tersembuhkan

-untuk ujian akhir ini, ini bukanlah akhir segalanya-

Enak ya…

July 15th, 2008 by luv-gii

Enak ya…jadi orang cantik.
Banyak yang suka. Setidaknya, orang yang disukai pun kemungkinan besar bisa suka juga
Sering dikagumi
Enak dilihatnya
Orang selalu nengok dan ingin melihat kecantikannya
Berjilbab atau pun tidak
Yang cantik selalu lebih enak dilihat

Enak ya…jadi orang pinter
Belajar dikit gampang ngertinya, lama ingetnya
Mudah memahami sesuatu
Gampang dapet ide yang baru dan luar biasa
Nilai akademis bisa bagus
Lebih tenang…

Enak ya… jadi orang hebat
Penulis hebat
Dokter hebat
Artis hebat
Dosen hebat
Ortu hebat
Anak hebat
Semua hebat

Nah….enak kan semuanya…

Tapi ternyata…ada satu hal yang benar-benar enak yang dapat membuat semua seolah terwujud
Dicintai, disayangi dan dinantikan oleh orang yang kita harapkan…

fiuuuhh…
Di matanya, menjadi yang paling cantik
Di matanya, menjadi yang paling pintar
Di matanya, menjadi yang paling hebat…

hm… beruntung sekali rasanya dia yang menjadi pasangan hidupnya
Untuk seseorang yang sepertinya bisa begitu lembut dan menerima,
apa ada duplikat lelaki itu???

Di sini aku Hanya berusaha mengelak dan mangatakan, “dia tidak sebaik yang aku bayangkan, meskipun memang dia lelaki yang baik…”
Agar aku tidak menginginkannya
Agar bisa menganggapnya biasa saja
Agar aku bisa menjadi diriku, yang bukan paling cantik, bukan paling pintar dan bukan paling hebat di matanya, tapi menjadi diriku yang dapat nyaman dengan apa adanya aku
serasa jadi sangat nihil
Bodohnya, kenapa merasa nihil di depan manusia!

Aku seperti terbius oleh sejumlah kebaikan yang tertafsir salah
Bodoh! MEmang bodoh!

Tapi aku takkan memungkiri bahwa ada sesuatu yang selama ini aku cari dan kutemukan pada dirinya

Sekarang…aku ingin lari…sejauh-jauhnya dari dia…

Sakit

July 15th, 2008 by luv-gii

Sakit.
Sesak.
Nyeri.
Sesuatu itu membuatku tak bisa mengelak jika aku SAKIT
Padahal aku sudah mempersiapkan diriku untuk hal ini
Tapi ini tetap saja SAKIT
Belum hilang dari saat pesan itu kubaca
Lebih sesak dengan ingatan-ingatan yang ada
Aku terlalu berharap
Atau sedikit berharap
Tetap saja SAKIT

Aku ingin lepas dari nyeri ini
Biar sesaat saja untukku mengakui bahwa ada hati di dalam diri ini
Sakit
Sangat sakit
entah kenapa jadi sakit begini???
Apa hanya mimpi obatnya??
Tapi itu makin membuat sakit
Apa ada dokter ahli yang dapat menyembuhkannya???
dan apa dia akan datang???

Duhai Maha Pemilik Cinta, rasa ini benar-benar sakit…

LAGU YANG PALING AGUNG UNTUK SEORANG WANITA

July 12th, 2008 by luv-gii

Ada satu lagu, yang sejak Gii ngedengerinnya, kok kayanya…megah banget…Agung banget…
ya, satu lag PADI-MAHADEWI ini buat Gii tuh…megah n agung kalau dipersembahkan kepada seorang perempuan….
kayanya…gimana…gituh…
apa karena musiknya yang emang…hhhhh….
Let’s check this lyrics…

Hamparan langit maha sempurna
Bertahta bintang-bintang angkasa
Hanya satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapaku

Ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Kepedihanku pun…terhapuskan

Alam rayapun semua tersenyum
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya
Aku merasa mengenal dia

Tapi ada entah dimana
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Maha Dewi resapkan nilainya
Pencarianku pun…usai sudah

Ada tutur kata terucap

Ada damai yang kurasakan

Bila sinarnya sentuh wajahku

Kepedihanku pun…terhapuskan

Ada tutur kata terucap

Ada damai yang kurasakan

Bila sinarnya sentuh wajahku

Pencarian pun…usai sudah….


Maha Dewi resapkan nilainya
Maha Dewi tercipta untukku

Hhhhmmmph…
I always take a deep breath when I hear this song…
thanks for PADI…
ya…meski pencarian itu nggak cuma dilakuin para lelaki…
Tapi…emang…megah ajah ngendenger lagu ini…

 

Aku bukan siapa-siapa…(h-2 to 14)

July 12th, 2008 by luv-gii

Jika kemarin..oh…mungkin sampai saat ini pun aku masih ‘mengharap’ ada sesuatu itu, mungkin, aku, harus segera mengenyahkan semua ‘harapan’ itu.

Karena aku sadar…
Di antara kesibukannya, aku tahu…aku bukan apa-apa…
Di antara waktu padat dan orang-orang istimewanya…aku semakin bukan apa-apa..

hahahaha….

Kesannya…kayak istri yang ga diacuhin sama suaminya…
kayak cewek yang dicuekin sama cowoknya…
padahal…
Emang lagi nggak tahu knapa….kayak lagi mengharap sesuatu…
Entah knapa menjelang tanggal 14 ini jadi agak lebih n banyak berharap.
Tapi…kata mama sih… gina emang banyak maunya…ini-itu…hahaha

Jujur c…mungkin akan lebih baik jika kita tidak mengharap sesuatu, banyak or apalagi mengharap diistimewakan oleh seseorang dan juga tidak perlu terlalu mengistimewakan seseorang. Entah statusnya kenalan, temen apalagi sahabat! Best friend!!! Bayangin yah, gina ajah….sumpah nyebelin! Ketika seorang sahabat gina pake jilbab, karena speechlessnya gina, di hari ultahnya aja, gina ngucapin t’akhir…malah ngucapin selamat pake jilbab pun belum jelas. Duhhhh…entah knapa,sebelum B’day gina ajah dia malah udah ngasih kado yg pertama kali!!! Meski nyebelinnya, nggak boleh dibuka sekarang!!!

What happened with me???

Ada suatu perasaan yg saking gembiranya jadi banyak khawatirnya…

dan…saat ini pun…sedikit dan mungkin agak banyak mengharapkan ada suatu tanda lagi dari seseorang yang bisa membuat gii merasa…nyaman mengenalnya dengan cara saat ini.

Dengan cara yang mungkin hampir salah tapi akan aku sikapi dengan mata yang terbuka…
karena jika hati ini yang terbuka…aku takut nama itu takkan keluar lagi dari dalamnya… HAHAHAHHAHAH!!!!

Yayayayya…..aku gembira saat bisa melihatnya, saat bisa mendengar senandung suaranya, saat bisa berbincang dengannya, saat bisa bercanda dengannya… Huuuuuaaaaa…. is that a man or woman??? Yah…dua-duanya juga boleh!!! hahahaha…

Eitsss…Gii normal kok!!!
Pastinya ‘a man’ lah… But sure…he’is unpredictable person for  me…
he is too sweet to be my friend
but he is too ‘high’ to be my….man!!!
Is he too old???
Um…bisa dikompromiin lah masalah umur mah!!! hahahaha….
Yang jelas, pengen ketemu lagi, tapi…nggak tahu harus ngitung berapa hari or minggu apa taun lagih…
Apa nggak usah ketemu lagi aja yah…????
Ya…daripada ketemu n dosa gii sama dya makin banyak???!!!!
Saking nganggap kayak sodara, jadi kayaknya agak2 bisa celatk-cletuk!!!
naaah…ktauan kaaaann?? Gii nganggapnya kayak old brother koq!!!!

Duh ya Allah, Engkau Maha Tahu apa yang ada di dalam hati ini…
Apa yang akan seorang gina ini hadapi esok, lusa dan setelahnya…
Apa yang sudah kau gariskan pasi akan tergariskan dengan jelas dan tegasnya…
Hingga kan jadi suatu perspektif atau abstrak yang bermakna nan sangat tinggi harganya…

I wish I ‘ll be better at all…
I wish…U will always beside me…protect me…and love me…

Oia…semoga…gii dapet banyak hadiah tahun ini…
Hadiah dari Allah…hasil yang bagus, liburan yang bagus, pengalaman yang bagus…
Um…Nggak jadi Pres BEM lagi… tapi akan ada petualangan yang lainnya lagi…pasti!!!

Jodoh yang bagus???
Hahahaha…umm…pending ah, beberapa bulan lagi!!! I mean…beberapa bulan Ramadhan lagi!!! hehhe….(ngikutin Harry ka senatnya UNPAD…)

Aaaaaa…..

Pengen UMROH….(Duh Allah…limpahkan rizky yang banyaaaak kepada orang tuaku…Mama, janji yah…kalo ada…Qta umrah berdua…gii haji sama suami ajah…)

Pengen LULUS CEPAT TEPAT….n nilainya bagussss…biar bisa cepet aplikasi di kantor papa or RS… n bisa nerusin ambil spesialis….(Interna, Anak,….????)…

Suami yang MUKMININ, SHOLIHIN, RASYIDIN,….SETIA!!!! KAyaaaaa!!! (ilmunya, rupanya, materinya, hatinya…)..heuuuu…my lovely Tuxedo bertopeng… sang kekasih teman tuk berjuang… (aku sailormoon-nya, ya…^_^)
Amiiiiiiinnnnnnnnn

Sahabat-sahabat baru yang akan menemani perjuangan hidup ini…
karena hidup ini akan menjadi tidak ada apa-apa jika tak ada suatu perjuangan bermakna di dalamnya…

dan… terima kasih untuk yang membaca blog ini dan sabar menerima betapa bukan apa-apanya…saya…

                                                                                         Salam
                                                                                       Gina_gii

I’ll go where ever you will go…

July 12th, 2008 by luv-gii

                                                                                             Bogor, 12nd July 2008

I was in front of my monitor…then this song played in my ears and also in my head…
But actually, it played in my heart too..

So lately, been wondering
Who will be there to take my place
When I’m gone you’ll need love to light the shadows on your face
If a great wave shall fall and fall upon us all
Then between the sand and stone could you make it on your own.

CHORUS:
If I could, then I would
I’ll go wherever you will go
Way up high or down low, I’ll go wherever you will go

And maybe, I’ll find out
A way to make it back someday
To watch you, to guard you, through the darkest of your days
If a great wave shall fall and fall upon us all
Well then I hope there’s someone out there
who can bring me back to you

CHORUS
If I could, then I would
I’ll go wherever you will go
Way up high or down low, I’ll go wherever you will go

Run away with my heart
Run away with my hope
Run away with my love

I know now, just quite how
My life and love might still go on
In your heart, in your mind I’ll stay with you for all of time

CHORUS
If I could, then I would
I’ll go wherever you will go
Way up high or down low, I’ll go wherever you will go

If I could turn back time
I’ll go wherever you will go
If I could make you mine
I’ll go wherever you will go
I’ll go wherever you will go


Wherever You Will Go Lyrics

Artist(Band):The Calling